Teori Model Keperawatan Callista Roy Pada Asuhan Keperawatan Pasien Dengan Fraktur
DOI:
https://doi.org/10.6594/3546st90Keywords:
Callista Roy, Teori Adaptation Model (RAM), Pasien FrakturAbstract
Fraktur menyebabkan perubahan fisik dan psikologis signifikan, menuntut adaptasi pasien. Teori Roy menyediakan kerangka kerja untuk memfasilitasi adaptasi ini. Teori Adaptasi Callista Roy lahir dari pemikiran Sister Callista Roy, seorang perawat sekaligus akademisi Katolik yang memiliki perhatian besar terhadap bagaimana manusia beradaptasi terhadap perubahan lingkungan. Roy mulai mengembangkan teorinya pada akhir tahun 1960-an ketika ia menjadi mahasiswa pascasarjana di Universitas California, Los Angeles (UCLA) di bawah bimbingan Dorothy E. Johnson, salah satu tokoh teori perilaku dalam keperawatan teori ini kemudian dikenal sebagai Roy Adaptation Model (RAM) yaitu suatu model konseptual yang menggambarkan manusia sebagai sistem adaptif dengan empat model adaptasi utama, yakni:Mode Fisiologis,Mode Konsep Diri (Self-Concept),Mode Fungsi Peran (Role Function), dan Mode Interdependensi (Interdependence). Keempat mode ini digunakan perawat untuk mengkaji respons adaptasi pasien terhadap stimulus yang dialaminya. Stimulus tersebut dikategorikan menjadi focal, contextual, dan residual. Teori Roy memiliki tujuan utama untuk membantu perawat memahami perilaku adaptif pasien dan merancang intervensi yang dapat memperkuat proses adaptasi tersebut. Model ini sangat berpengaruh dalam pendidikan, penelitian, dan praktik keperawatan di seluruh dunia karena menekankan keseimbangan antara aspek biologis, psikologis, sosial, dan spiritual manusia. Kata Kunci : Asuhan Keperawatan, Teori Adaptasi Callista Roy, Teori Roy Adaptation Model (RAM, Tujuan: Menerapkan model adaptasi Roy untuk meningkatkan kemampuan adaptasi pasien fraktur, mengatasi masalah seperti nyeri, keterbatasan gerak, dan dampak psikososial. Metode : Studi kasus/deskriptif, mengkaji pasien fraktur menggunakan proses keperawatan (pengkajian, diagnosis, perencanaan, implementasi, evaluasi) dengan fokus pada mode adaptasi Roy. Hasil : diharapkan Pasien menunjukkan perilaku adaptif (misal: manajemen nyeri efektif, mobilitas meningkat, konsep diri positif) dan mencapai tingkat adaptasi yang lebih baik (kompensatori/integratif). Kesimpulan: Model Roy efektif membimbing perawat dalam memberikan asuhan komprehensif, fokus pada kekuatan pasien untuk beradaptasi terhadap stres fraktur, bukan hanya pada penyakitnya.
Downloads
References
Roy, C., & Andrews, H. A. (1999). The Roy Adaptation Model (2nd ed.). Appleton & Lange.
Roy, C. (2009). The Roy Adaptation Model: A Conceptual Framework for the Nursing Practice. Pearson Education.
Alligood, M. R. (2022). Nursing Theorists and Their Work (10th ed.). Elsevier.
Herdman, T. H., & Kamitsuru, S. (Eds.). (2023). NANDA International Nursing Diagnoses: Definitions and Classification 2023–2025. Thieme Medical Publishers.
Damanik, S. R., & Sitorus, R. (2020). Penerapan Teori Adaptasi Callista Roy dalam Asuhan Keperawatan pada Pasien Fraktur di Rumah Sakit. Jurnal Keperawatan Medikal Bedah Indonesia, 8(2), 85–92.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Standar Diagnosa, Intervensi, dan Luaran Keperawatan Indonesia (SDKI, SIKI, SLKI). Jakarta: Kemenkes RI.
Potter, P. A., & Perry, A. G. (2021). Fundamentals of Nursing (10th ed.). Elsevier Health Sciences.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 JKN (Jurnal Keperawatan Nusantara)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.










