Edukasi dan Pemeriksaan Gula Darah: Upaya Posyandu ILP Garuda 27 B Tingkatkan Kesehatan Warga Harapan Jaya
DOI:
https://doi.org/10.6594/9p3jex33Kata Kunci:
Gula Darah Sewaktu, Integrasi Layanan Primer, Penyakit Tidak Menular, POCT, PosyanduAbstrak
Latar Belakang: Peningkatan prevalensi Diabetes Melitus dan hipertensi secara global maupun nasional menuntut penguatan deteksi dini di tingkat layanan primer. Posyandu dengan sistem Integrasi Layanan Primer (ILP) menjadi garda terdepan dalam menyaring risiko penyakit tidak menular (PTM) di masyarakat perkotaan. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kesehatan serta melakukan skrining kesehatan melalui pemeriksaan tekanan darah dan Gula Darah Sewaktu (GDS) bagi warga. Metode: Pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan pendekatan deskriptif kepada 36 peserta di Posyandu ILP Garuda 27 B, Kelurahan Harapan Jaya, Bekasi Utara. Pemeriksaan gula darah dilakukan menggunakan metode Point of Care Testing (POCT). Hasil: Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa 52,8% peserta memiliki tekanan darah di atas normal dan 41,7% peserta memiliki kadar GDS >200 mg/dL. Temuan ini mengindikasikan tingginya risiko PTM yang tidak terdiagnosis di lingkungan tersebut. Kesimpulan: Implementasi ILP di Posyandu efektif dalam mengidentifikasi kelompok berisiko secara dini. Edukasi dan pemantauan berkelanjutan diperlukan untuk mendorong perubahan gaya hidup sehat dan tindak lanjut medis bagi warga yang berisiko.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.




